Peluang dan Cara Jadi Agen JNE

Jasa pengiriman barang Jalur Nugraha Ekakurir atau yang lebih dikenal dengan nama JNE ini memang telah banyak berkembang dan menjadi salah satu perusahaan pengiriman barang terbaik di Indonesia.

Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1990, dan hingga saat ini telah memiliki lebih dari 2000 gerai agen yang tersebar di seluruh Indonesia. JNE juga banyak membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi agen perusahaan tersebut.

Cara jadi agen JNE ini juga tidaklah terlalu sulit (mudah). Agen tersebut nantinya akan bertugas menyediakan tempat layanan untuk menerima paket barang dari konsumen, yang kemudian barang tersebut akan dikirimkan pada alamat tujuan dengan dijemput oleh mobil ekspedisi JNE.

Syarat dan Cara Jadi Agen JNE

agen jne ngemplak kediri
agen jne ngemplak kediri

Banyak orang yang sukses dalam berbisnis menjadi agen JNE didaerah mereka, kesuksesan dalam berbisnis pada umumnya dipengaruhi oleh pemilihan tempat yang tepat. Apakah anda juga ingin sukses menjadi agen jne, maka perlu mengetahui beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika anda tertarik untuk menjadi agen JNE didaerah anda. Persyaratan tersebut yaitu berupa syarat administrasi, syarat lokasi, dan juga syarat tenaga kerja.

Persyaratan administrasi menjadi agen JNE meliputi:

  1. Fotocopy KTP 1 satu lembar,
  2. pas foto berwarna 4×6 satu lembar,
  3. fotocopy bukti kepemilikan lokasi 1 lembar,
  4. memiliki uang jaminan sebesar kurang lebih 5 juta rupiah,
  5. membayar perlengkapan promosi,
  6. fotocopy bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
  7. foto denah lokasi untuk usaha agen JNE,
  8. tidak terikat kerjasama dengan pihak lain yang sejenis,
  9. fotocopy Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) apabila lokasi usaha berbeda dengan tempat tinggal,

Cara jadi agen JNE berikutnya adalah dengan memenuhi persyaratan standar lokasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan, yaitu seperti berikut:

Membuka lokasi agen JNE di dalam radius lebih dari 1 km dengan agen JNE lainnya, ruangan untuk tempat kerja agen minimal berukuran 3×4 meter, bangunan berlantai keramik dengan pendingin udara (AC), dapat diakses atau dilewati kendaraan beroda 4, memiliki lahan parkir yang cukup luas, memiliki tegangan listrik minimal 1300 watt, serta menyediakan fasilitas counter seperti: meja penjualan, kursi petugas, kursi pelanggan, kursi tunggu, line telepon, dan timbangan.

Persyaratan tenaga kerja yang harus dipenuhi sebagai cara jadi agen JNE, minimal memiliki kriteria sebagai berikut:

Berpendidikan minimal SMA, mampu mengoperasikan komputer, mampu browsing, memiliki komunikasi yang baik, ramah, penampilan menarik, sopan, jujur, memiliki minimal SIM Cserta SIM A untuk kendaraan roda 4, bersedia mengikuti pelatihan petugas counter dan telah dinyatakan lulus, wajib mengikuti standard operasional dan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Itulah persyaratan dan cara jadi agen JNE yang harus anda penuhi, selanjutnya kita akan membahas mengenai keuntungan, komisi dan target penjualan sebagai agen JNE, adapun penjelasan lengkapnya sebagai berikut :

Untuk komisi penjualan, nantinya selama 3 (tiga) bulan akan dinamakan sebagai masa percobaan dan minimal target yang dicapai itu sebesar Rp 5.000.000,-.

Untuk bulan ke-4 (empat) dan seterusnya maka targetnya tetap minimal sebesar Rp 5.000.000,- atau Rp.60.000.000,-/tahun.

Jika pada bulan ke-4 sampai dengan perjanjian maksimal 1(satu) tahun target bulanan tidak tercapai, maka kantor pusat JNE bisa meninjau kembali kerjasama Keagenan apakah akan dilanjutkan atau dihentikan. Sedangkan untuk simulasi perhitungan penghasilan yang di dapatkan sebuah agen JNE yaitu:

  • omset hanya 5 juta perbulan maka bagi hasilnya 22%
  • omset hanya 5 – 10 juta perbulan maka bagi hasilnya 25%
  • omset perbulan 10 juta atau lebih, maka bagi hasilnya 27%

Jadi ketika kita bisa membukukan omset dalam sebulan sebesar 12 juta maka komisi yang didapat sebesar Rp 3.240.000 perbulan. Lumayan kan? Lagian untuk agen JNE kita hanya diperlukan bermodal di awal saja. Selebihnya paling untuk biaya listrik, pajak, gaji karyawan dan internet.

Baca Juga : Jenis-Jenis Usaha yang Menguntungkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.